Postingan

Cinta dalam diam

Tuhanku.. Ampuni aku karena sampai detik ini aku masih menyimpan sebuah rasa cinta kepada salah satu hamba-Mu yang jauh di sana. Ya Allah, jika memang rasa cinta ini membuatku jauh dari-Mu, maka hilangkanlah. Kumohon pertemukan aku dengan orang yang mencintai-Mu di atas segalanya, yang mencintaiku karena-Mu dan yang kucintai karena-Mu. Namun, jika memang rasa cinta ini membuatku mendekat kepada-Mu dan dialah yang Kau tetapkan sebagai jodohku, maka pertemukanlah kami di waktu yang tepat. Di saat kami telah siap, pertemukan kami dalam kesucian cinta-Mu. Mencintalah dengan bijak. Tak perlu terlalu berharap terhadap cinta yang dirasa, cukup cinta dalam diam. Berdoalah pada Yang Maha Kuasa atas segala pilihan terbaik-Nya.

Episode 2

Sekolah masih sepi. Alba kecil dipergelangan tanganku baru menunjukkan pukul 06.11. Masih terlalu pagi. Kuputuskan untuk duduk santai menunggu bel masuk berdering di kantin tepi kolam ikan. Hanya ada beberapa pedagang yang sedang beres-beres. “ Bu, bisa pesan secangkir teh?” Kataku pada wanita berusia lima puluh tahun. Bu inah, anak-anak biasa memanggilnya. “Bisa. . .  Tumben nih Miss Wifa pagi-pagi udah sampe sekolah . . .” Ujar bu inah. Kujawab dengan senyuman. Satu-persatu para siswa mulai berdatangan. Tersenyum ramah, menyapa lalu salim saat kebetulan lewat didekatku. “ Assalamu’alaikum, Miss. Morning...” Kalimat yang sama diucapkan kebanyakan siswa. “ Yees, Alaikumussalam, dear..” Jawabku sekenanya.              SMA Soedirman Bekasi, Sekolah ke-5 aku mengabdikan diri setelah menyelesaikan kontrak disekolah sebelumnya. Sepekan hanya 3 hari pertemuan mengajar setelah namaku sah terdaftar di Universitas untuk m...

Ayah salah jadwal

 Salah jadwal 2 hari yang lalu, Ust. A datang kerumah izin sm Ayah tidak bisa mengisi khutbah jumat. " Anu Pak Ust. Mohon maaf sebelumnya. Mendadak ada acara/ keperluan penting diluar, jd gak jum'atan di Nurul Huda. Mohon jadwal sy digantiin dgn ust. yg lain dulu". Ujar Ust. A sopan sekali. " Oh begitu. Ya. Baiklah.," Jawab Ayah. Sebagai ketua DKM Ayah bertanggung jawab penuh terhadap masjid. Termasuk masalah jadwal imam, khutbah dan bilal shalat jumat yg sudah dibuat tiap awal tahun. Esok harinya ayah bilang padaku " Wif, coba hubungi ust. D ngisi khutbah jumat ini. kalau gk bs ust. I temanmu. Ust. A sdng ada acara jd minta digantikan dulu" "Oke" Langsung kuhubungi ust. I temanku ini. Tak diangkat. Ku kirim SMs saja, mngkin beliau sdg sibuk. 3 jam kemudian pesan masuk. " Wa'alaikum salam. Mohon maaf, Ms. tidak bisa. Sy sdg diluar kota, silaturrahim dirumah keluarga istri sy. Salam buat Ayah". Aku hopeless. Ayah lagi r...

Pelik

Hari ini, ada seseorang yang benar-benar ingin aku jumpai untuk kutanyai Apakah kamu serius mencintaiku?

Cerpen tanpa judul

Bismillah.. Sebut saja namanya Azmi, Muhammad Azmi. Aku mengenalnya 7 tahun yang lalu. Lelaki muda kisaran 21 umurnya sedang berdiri didepan fakultas kami, Fakultas Dirasat Islamiyah. Ia tersenyum ramah menyapa teman-teman mahasiswa baru seusianya. Sekilas tidak ada yang spesial, Tampangnya pun biasa saja.  Hanya memang, disaat teman-teman yang  lain masih malu untuk berkenalan sesama mahasisa baru, ia tampil dengan sangat percaya diri menyalami teman teman barunya. Ia mendekatiku. " Sudah baca pengumuman belum?" Tanyanya, aku menggeleng. " Anti anak baru juga, Kan?" Lanjutnya lagi,  Kembali aku mengangguk. 3 Tahun tingal dipondok Bekasi, lalu ditambah lagi 4 tahun didaerah Bogor membuatku agak sedikit risih jika berkomunikasi dengan lawan jenis. Tahu sendirilah.. bagaimana kehidupan di pesantren itu, santri putra dengan putri dipisah, kami tidak pernah disatukan kecuali saat acara wisuda kelas 3 Aliyah, itupun antara putra dan putri tetap dipisah tempat dud...

C.I.N.T.A ( lagi)

"Dan dua ceruk telaga itu, Bermuara dari tatapanmu. Izinkan aku berlama-lama disana. sekedar redakan terik yang menghimpit. Sekedar menepi dari kisruhnya waktu." Ah, cinta memang misteri Sama misterinya dengan otoritas Tuhan yang bekerja tanpa dapat dipahami, meski seindah mungkin manusia mengemasnya. 

أنت ومالك لأبيك

Kau dan Harta yang kau punya, milik Ayahmu       Suatu hari, seorang anak muda datang mengadu kepada rasulullah Saw. Ia berkata " Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku." Mendengar pengaduan dari anak muda itu, Rasulullah menjawab. " Pergilah kamu, dan bawa ayahmu kemari..!"       Tak lama, anak muda itu datang kembali bersama ayahnya. Rasulullah saw berkata " Apakah gerangan yang membuat anakmu mengadukanmu? Apa benar kau ingin mengambil harta anakmu?" Sang Ayah yang sudah tua renta itu menjawab. " Tanyakan saja kepadanya, Wahai Rasul.. !. Bukankah saya menafkahkan harta itu untuk keperluan beberapa Ammati (saudara Ayahnya) dan khalati ( saudara ibunya) juga untuk keperluan saya sendiri."        Rasulullah Saw bersabda lagi." Lupakan hal itu!" Ujar Nabi mulia " Sekarang katakan padaku apa yang dikatakan hatimu, tapi tidak pernah didengar oleh telingamu!" Mendengar hal itu, seketika wajah lelak...