Postingan

Meraup Keberkahan ilmu

Meraup Keberkahan ilmu             “ Innal Mu’allima Wa At-Thobiiba kilaahumaa Laa Yanshohaani Idzaa Humaa Lam Yukromaa”. Sesungguhnya Guru dan Dokter tidak akan menasehatimu ( Baca: Guru mengajari ilmu. Dokter, mengobati)  jika keduanya tidak dihormati.          Kalimat diatas femiliar sekali ditelinga, apalagi bagi seseorang yang pernah mengecap dunia pesantren. Kalimat diatas adalah salah satu bagian dari bait dalam mata pelajaran yang dipelajari di pesantren, Mahfudzhat. Berisi penekanan akan betapa pentingnya menghormati atau memulaiakan guru.  Hormat pada guru adalah  syarat utama menuju gerbang kesuksesan dalam belajar. Karena begitu besar peranannya, seorang ulama pernah berkata “ Hormat kepada gurumu lebih penting daripada ilmu yang kau peroleh darinya”. Sejak dahulu, para ulama kita sudah mencontohkan etika hormat kepada guru  hingga lahirlah banyak kitab ya...

Bubur Sayur asam dan bakwan jagung

Bubur sayur asam dan jagung bakwan. Seperti biasa jika weekend tiba, kami menyempatkan memasak. Hari itu Reni Aryun Syinta Azhari dapat giliran beres-beres rumah, mencuci piring, menyapu dan mengepel. Sementara aku dan kakak Umoe Nasihatun dapat giliran masak. Kaka mulai mencuci beras dan memasukkannya dalam rice cooker, sadangkan aku menunggu Abang kumis ( Tukang sayur, kadang dipanggil abang say biar dapet diskon hehe..) depan rumah. Kontrakan kami cukup luas, terdiri dari 2 kamar, dapur, kamar mandi, ruang tamu dan gudang. "Yuuurr.. Sayyuuur..." Suara khas bang say terdengar keras ditelinga dan segera kuhampiri ia bersamaan dengan ibu2 komplek yg lain yang jg sedang menunggunya. "Masak apa nih, kak?!"Tanyaku pada ka umu sedikit berteriak. " Terserah lu, Fa" Jawab ka umu " Sayur asem aja fa" Reni diruang tamu menimpali "Sup aja ka fa" Ujar Seorang gadis, Janna namanya. Ia adiknya eka yg juga ikut tinggal bersama kami, ia baru da...

Hadiah Abuya untuk Ayah

Malam itu, usai pengajian kitab Riyadus sholihin oleh  Abuya Kh. Nurul Anwar ayah dipanggil beliau. Dengan langkah tergesa ayah mendekati ulama mudir ma'had Attaqwa itu. "Ketua, udah haji belum?" Dengan kharismatik abuya kyai Nur bertanya pada ayah sambil sedikit berbisik. "Belum, Kyai.." Ayah menjawab malu-malu, tersenyum " Saya kira ketua Dkm udah haji" Jawab Abuya Lagi-lagi ayah menjawab pertanyaan beliau dengan tersenyum "Ya sudah, saya minta nomor handphone ketua, nanti saya kabari" Lanjut Abuya. 2 hari kemudian Handphone Ayah berdering, telpon dari nomer baru. " Assalamua'laikum, ini dengan ketua Dkm masjid jami' nurul huda?" Terdengar suara diseberang sana " Wa'alaikum salam, iya benar. Bapak siapa ya?" Tanya balik ayah " Saya utusannya Abuya, nama sy Nur Anwar. Bapak bisa datang ke kantor KBIH Attaqwa siang ini ba'da zhuhur? " Lagi, seseorang yang menelpon tesebut bertanya. ...

نشيد في مدح البني صلى الله عليه وسلم لمصطفى عاطف

قمرُ قمرُ قمرُ سيدنا النبي قمر وجميل وجميل وجميل سيدنا النبي وجميل وكفٌ المصطفى كالوردٍ نادي.هالله هالله وعطرها يبقى اذا مسْت ايادي هالله هالله وعمْ نوالها كل العبادٍحبيب الله ياخير البراء قمرُ قمرُ قمرُ سيدنا النبي قمرُو جميل وجميل وجميل سيدنا النبي وجميل ولاظلٍ لهُ بل كان نوراهالله هالله تنال الشمس منه والبدورهالله هالله ولم يكنٍ الهدى لولا ظهوره وكل الكون انا رهن رقاها

Harapan Palsu

Seseorang pernah memberiku mimpi. Mimpi tentang masa depan. Ia menghiasi mimpi itu dengan banyak rasa. Dan aku percaya. Sesekali ia merajuk Memintaku untuk terus bertahan Percaya dengan segenap jiwa Pada mimpinya yang tak jua nyata Bekasi, 27 September 2016 diwaktu dhuha.

Aku, Julaibib dan Kelas III Mina

Siang hari, dikelas III. Hari itu cuaca sangat panas. Ac ruangan dan 1 kipas angin tak cukup membuat ruangan sejuk, ditambah dengak garak anak-anak yang tak terkontrol. Dengan tergesa aku masuk kelas 3, anak-anak berebut menarik tanganku untuk salaman. Aku pikir siang seperti ini apalagi kondisi yang panas akan sulit membuat anak-anak fokus belajar. Kusimpulkan untuk bercerita guna menarik simpati anak anak kisaran umur 9 tahun itu. "Teman-teman.. hari ini Ms. akan bercerita tentang seorang sahabat Nabi" Ujarku. Beberapa dari mereka mulai memperhatikanku, beberapa yang lain ada yang berteriak 'Horeeeeee' kegirangan. "Pasti Ms. mau cerita tentang sahabat bilal yah?" tebak seorang anak. Aku menggeleng. Tersenyum. " Bukan bilal, tapi Julaibib" Kataku. Seluruh kelas mulai fokus saat kukatakan " Julaibib". Nama yang asing bagi mereka. " Memang ada sahabat nabi yang namanya Julaibib, Ms?" Tanya mereka. "Setahuku sahabat na...

Hadir untuk pergi (Cerpen)

       Senin pagi, suara bising dari knalpot motor masih terdengar keras ditelingaku. Satu persatu keringat basahku bercucuran membasahi kemeja cokelat yang belum sempat kuseterika pagi tadi. Pukul 10: 12 berarti sudah dua jam aku terjebak dalam bus jurusan Bogor – Lebak bulus ini dan terpaksa melewati materi pertama di tahun ajaran baru.      Sial! diawal perkuliahan masterku justru harus mengalami hal seperti ini. Dan lagi-lagi soal macet ibu kota yang entah kapan akan berakhir permasalahannya. Sambil menunggu lalu lintas kembali lancar, menghidupkan MP3 dengan suara khasnya Jason Marz mengalun melalui earphone handphone adalah satu-satunya cara untuk mengusir jenuh. Tiba-tiba pesan sms masuk dari Rio, kawan baru yang kukenal dua minggu lalu ketika sama-sama bertemu difakultas untuk menandatangani kontrak masa kuliah semester ini. “ Yang melewatkan materi pertama kuliah pagi ini rugiiiii... haha, Sang dosen cantik jebolan Melbourne University tel...