Qadarullah 'ala maa waqa'a
Qadarullah 'ala maa waqa'a Sepagi tadi. Seperti biasa ibuku sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk kami. Kukatakan pada wanita tercantik sedunia itu bahwa hari ini aku akan ke kampus "Mau ngapain, Neng?" tanyanya. "Daftar s2 bu, ada beasiswa". Wajah wanitaku berbinar, senyum indahnya memompa semangat. "Jangan lupa ziarah dulu neng ke makam!" Ayah dari musholla meneriaki. Sudah rutinitas kami, sejak kecil ayah membiasakan kami untuk cinta ziarah pada makam keluarga. Disana ada makam kakek, uyut, dan keluarga lainnya. Malam harinya sudah kuceritakan pada ayah akan mimpi-mimpiku. Padanya kukatakan ingin seperti Alm. kakek. Tak ada komentar dari Ayah. Namun aku tahu pasti dalam diamnya adalah doa tulusnya. "Doain ifa, semoga besok lancar.." Ayah mengamini. "Ayah selalu doain tanpa diminta, kalau memang taqdir ifa kuliah lagi, insya Allah dilancarkan urusannya" Pukul 06.00 aku berangkat dari bekasi. Memasuki Jl. Raya cond...